Sekitar 400 anak-anak dilaporkan tewas selama pergolakan di Suriah yang telah berlangsung 11 bulan. Sekitar 400 anak lainnya saat ini ditahan oleh pemerintah Suriah.
Istri Presiden Suriah Bashar al-Assad, Asma al-Assad sempat diberitakan hendak kabur ke luar negeri menyusul konflik yang terjadi di negerinya. Namun, Asma al-Assad menegaskan dirinya terus mendukung penuh pemerintahan suaminya.
Unjuk rasa anti rezim al-Assad digelar di depan Kantor Kedutaan Besar Suriah di Berlin dan London, menyusul kekerasan di Homs yang menewaskan lebih dari 200 orang.
Pasukan militer Suriah menggempur wilayah Homs dan sejumlah wilayah lain dengan mortar. Serangan ini menewaskan sedikitnya 217 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Sekitar sebelas orang peziarah Iran tiba-tiba saja diculik oleh sekelompok pria bersenjata. Saat itu, mereka hendak menuju ibu kota Suriah, dengan melalui jalan darat melintasi Turki.
Delapan warga sipil dan 15 tentara Suriah tewas dalam bentrokan di pusat Kota Homs, Suriah. Tentara Suriah tersebut tewas dalam baku tembak dengan pasukan pemberontak.
Pemerintah Rusia berupaya untuk memediasi dialog antara rezim Suriah dan oposisi guna menghentikan konflik. Namun gerakan oposisi Suriah menolak upaya dialog tersebut.