Demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM mulai anarkis di Medan. Pada Kamis (22/3/2012), mahasiswa merusak satu mobil yang menggunakan plat merah.
Aksi penolakan kenaikan harga BBM mendapat penolakan keras dari mahasiswa. Polri meminta perguruan tinggi ikut turun tangan membantu pemerintah menjelaskan kepada masyarakat soal alasan kenaikan BBM.
Jelang kenaikan harga BBM, Organda Bandung mengaku belum berencana menaikkan tarif angkutan umum. Mereka menyatakan akan menunggu pemerintah memberikan kepastian pemberian subsidi BBM.
Pemerintah mulai melibatkan unsur dari TNI dalam rangka pengamanan demo yang menentang kenaikan harga BBM. Langkah ini pun dinilai terlalu reaktif oleh Partai Hanura.
Konsumsi BBM di Bandung telah mengalami peningkatan walau belum terlalu signifikan. Meski begitu, Pertamina Bandung pun menyatakan stok BBM aman sehingga masyarakat diimbau tak khawatir menghadapi kenaikan yang tinggal 2 pekan lagi.
Setelah menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM, mahasiswa dari PMII Jabar melakukan aksi tidak terpuji. Massa melakukan aksi coret-coret di tembok halaman Gedung Sate.
Sekitar 25 mahasiswa UBK berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan Bioskop Metropole (dulu Megaria), Jl Kimia, Menteng, Jakarta Pusat. Akibatnya kemacetan tidak terhindarkan di kawasan tersebut.
Pengamanan aksi demonstrasi yang menentang rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM cukup dilakukan oleh Polri. Pengamanan dengan melibatkan aparat TNI dinilai berlebihan.