Penampilan kesenian Tim Mega-Prabowo dalam Deklarasi Pemilu Damai yang diwakili oleh monolog Butet Kertaradjasa tadi malam membuat kubu Partai Demokrat meradang. Namun sindiran Butet dianggap pengamat hal yang wajar.
Prabowo Subianto dikenal paling sering mengkritik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), apalagi soal kebijakan ekonomi. Namun, kalau soal kedaulatan, cawapres pandamping Megawati Soekarnoputri tersebut emoh mengkritik SBY.
Deklarasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono versus Megawati-Prabowo sungguh jauh berbeda. Jika SBY memilih acara megah di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Mega malah memilih 'gunung sampah' Bantar Gebang.
Kritik atas carut marut Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh Kelompok Teuku Umar juga terdengar dalam Rakernas V PDIP. Prabowo dan Wiranto, pentolan kelompok tersebut, bersuara lantang untuk melawan kecurangan pemilu lewat DPT.
Tudingan capres Partai Gerindra Prabowo tentang dana stimulus Rp 71 triliun hanya digunakan kalangan elit dibantah keras SBY. "Pahami dulu baru dikarang," kata SBY.
Suhu politik di putaran terakhir kampanye pemilu legislatif kian panas. Partai Gerindra secara pedas mengkritik SBY dan menteri kabinet Indonesia Bersatu.
Partai Gerindra meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak melulu mengumbar janji soal pendidikan gratis. Pendidikan gratis sudah merupakan hak warga negara yang tidak bisa ditunda.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan sistem ekonomi Indonesia saat ini salah. Hal ini dikatakan Prabowo saat kampanye nasional partai itu di lapangan Gasibu Bandung.