Kakorlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono iri dengan Thailand. Negeri Gajah Putih itu telah memiliki banyak sekolah mengemudi yang difasilitasi oleh produsen.
Banyaknya pelajar sekolah dibawah umur yang mengendarai motor maupun mobil cukup bikin pusing polisi. Untuk menghidari razia dan kena tilang, sejumlah trik lihai dilakukan oleh para pelajar yang 'kucing-kucingan' dengan polisi.
Kecelakaan paling banyak dialami pengendara roda dua berusia di bawah 17 tahun yang nakal. Saat ditilang, mereka kadang arogan bahkan lebih galak dari polisi.
Dalam acara TMED Autoshow 2015, Suzuki menawarkan test drive untuk pengunjung acara yang diadakan di Plaza Barat Senayan, Jakarta, pada 17 Oktober 2015.
Resiko anak dibawah umur mengemudikan mobil cukup besar. Selain itu, larangan juga dimaksudkan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan siswa.
Terganggunya konsentrasi pengemudi akibat penggunaan ponsel saat berkendara menempati urutan pertama dalam 5 faktor utama pemicu kecelakaan di Queensland, demikian data yang dirilis dari kepolisian setempat.
Gaikindo sepakat anak di bawah umur dilarang nyetir. Gaikindo mengusulkan kepada setiap orang yang belum pernah membawa mobil diwajibkan untuk melakukan kursus mengendarai terlebih dulu dan sekolah mengemudi itu harus mendapatkan sertifikasi dari pihak Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas).