Kasus hilangnya 250 dinamit di Bogor mengundang tanda tanya terkait pengawalan distribusi bahan peledak dan zat kimia yang bisa digunakan untuk narkoba. Selama ini hanya distribusi uang yang dapat pengawalan ketat.
Keberadaan 250 dinamit yang hilang masih misterius. Dikhawatirkan pelaku pencurian adalah kelompok teroris yang sudah mengintai jalur distribusi bahan peledak tersebut. Ancaman bisa saja mengincar acara internasional di Indonesia.
Polisi masih berupaya mengungkap pencuri 250 dinamit dari dalam truk di Bogor. Kecurigaan jatuh pada bajing loncat, namun masih terbuka kemungkinan pelaku adalah kelompok teroris tertentu.
Temuan lain, kata Neta, setiap perwira yang ingin lulus saat menempuh pendidikan di Sespim (sekolah staf pimpinan), biasanya dimintai upeti berupa batik oleh para seniornya. Ketika batik diserahkan, di dalamnya sudah diselipkan sejumlah uang.
“Bapak itu minta saya memasukkan anaknya jadi anggota polisi, dia siap menyiapkan dana yang dibutuhkan, dengan cara menjual sawahnya untuk menyogok panitia,” ucapnya.
Seorang perwira Polda Jateng ditangkap polisi karena diduga melakukan suap terkait jabatan. Polri ditantang untuk berani transparan mengungkap kasus ini.
Larang penggunaan jilbab untuk polisi wanita saat ini sedang ramai dibicarakan. Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan polwan berjilbab seperti di Aceh dan beberapa negara di belahan barat tidak mempengaruhi kinerja mereka.