Ekspor Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$ 23,20 miliar, turun 5,73% yoy. Penurunan terjadi pada migas dan nonmigas, meski kumulatif ekspor tumbuh 3,02%.
Fraksi Golkar MPR RI dukung kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam. Kebijakan ini bertujuan untuk kemakmuran rakyat dan pengelolaan sumber daya.
Menkop Pangan Zulhas bantah anggapan kebijakan ekspor CPO satu pintu jadi penyebab anjloknya harga TBS sawit. Tapi sebaliknya, untuk tata kelola yang lebih baik
Fraksi Partai Golkar mendukung PP Nomor 21 Tahun 2026 tentang penempatan devisi hasil ekspor SDA. Kebijakan ini bertujuan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso targetkan perluasan pasar ekspor kakao Indonesia melalui IEU-CEPA, yang diharapkan buka akses lebih besar ke Uni Eropa.