Surat itu dilayangkan karena data pertumbuhan kuartal II 2025 yang dirilis BPS menimbulkan indikasi adanya perbedaan dengan kondisi riil perekonomian Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik rilis resmi Badan Pusat Statistik yang mencatat penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem per Maret 2025.
Ekonom Nailul Huda meragukan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,12% kuartal II 2025. Ia sebut ada kejanggalan dalam data BPS yang tidak mencerminkan kondisi nyata.
Menteri Sosial Gus Ipul memastikan akurasi data Penerima Bantuan Iuran JKN agar tepat sasaran. Masyarakat diajak berpartisipasi dalam pemutakhiran data.