Terkait maraknya kasus flu babi yang terjadi akhir-akhir ini, RSHS mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir. Menurutnya, penyebaran virus H1N1 bebeda dengan H5N1 atau flu burung.
Anggota Tim Dokter Penanganan Infeksi Khusus Primal Sudjana menyatakan untuk pencegahan terjangkitnya virus H1N1 atau flu babi, masyarakat cukup menjaga kebersihan dan etika bersin serta batuk, tak perlu hingga divaksin.
Depkes mencatat 52 orang di Indonesia positif terkena flu babi dan dirawat di berbagai RS di Indonesia. 3 Dari 52 orang yang positif flu babi adalah WNA.
Jumlah kasus flu babi di dunia terus bertambah dengan cepat. Hingga kini sudah lebih dari 94 ribu orang terjangkit flu babi di 136 negara. Virus flu tipe baru itu telah merenggut setidaknya 429 nyawa.
Ratusan relawan PMI mengkampanyekan pencegahan virus flu babi (H1N1). Masyarakat diimbau mencegah penyebaran virus itu dengan cuci tangan dengan sabun.
Riwayat alergi biasanya bermula dari masa kanak-kanak. Meski bukan penyakit yang mematikan, sekali mengidap alergi akan sulit seseorang melenyapkannya.
Kemacetan yang terjadi akibat perbaikan jembatan Universitas Indonesia (UI) alias jembatan Samber Nyawa diperkirakan masih akan berlangsung lama. Sebab, baru satu ruas saja bagian jembatan yang diperbaiki.
Status pandemi yang ditetapkan WHO pada flu babi tidak membuat Deplu mengeluarkan travel warning. Deplu akan berkoordinasi dengan Menko Kesra untuk menetapkan kebijakan itu.