Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran US$ 15,5 miliar atau sekitar Rp 249,5 triliun (kurs Rp 16.100) untuk belanja minyak dan gas Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai hampir Rp 17.000. Sri Mulyani sebut ketidakpastian global pengaruhi kondisi ini hingga Maret 2025.