Dolar Amerika Serikat (AS) telah menyentuh level Rp 12.015. Bank Indonesia (BI) menilai ini akibat kebijakan pemerintah yang dinilai belum konkret diterima oleh pasar dan investor.
Tahun lalu, Indonesia masuk sebagai salah satu negara favorit investasi dunia, karena pertumbuhannya yang tembus 6%. Namun kini Indonesia masuk sebagai negara rentan dan berisiko.