detikNews BEM Serukan Pemilu Bersih BEM se-Jabotabek dan Jawa menyerukan Pilpres putaran kedua, 20 September 2004 diselenggaran secara bersih dan bebas dari kecurangan. Sabtu, 18 Sep 2004 19:42 WIB
detikNews Antisipasi Teror Pemilu, Polri Turunkan Pengamanan Cadangan Mabes Polri mengantisipasi adanya teror saat Pilpres putaran kedua dengan menurunkan pengamanan cadangan. Sabtu, 18 Sep 2004 19:30 WIB
detikNews KIPP: Tim SBY-JK Harus Klarifikasi Dana Kampanye Rp 27 M KIPP Jatim mendapat surat kaleng. Isinya daftar pengeluaran dana kampanye SBY-JK untuk Pilpres tahap II di Jatim senilai Rp 27 miliar. Sabtu, 18 Sep 2004 19:07 WIB
detikNews Pasca Pilpres Diprediksi Rusuh Pengamat intelijen Juanda memprediksi akan terjadi kerusuhan pasca Pilpres putaran kedua. Pendukung capres yang kalah diduga kuta tidak bisa bersikap sportif. Sabtu, 18 Sep 2004 18:20 WIB
detikNews Pasca Pemilu Masih Akan Ada Bom Teror bom tidak akan berhenti meskipun Pemilu Presiden (Pilpres) putaran kedua telah selesai. Pasca Pilpres, teror bom diduga kuat masih akan terjadi. Sabtu, 18 Sep 2004 17:52 WIB
detikNews PNBK Sumsel Kerahkan 1.000 Saksi untuk Menjaga Suara Golput Untuk menjaga suara golput, PNBK Sumsel menempatkan sedikitnya 1.000 saksi di PPS dan PPK di Sumatra Selatan. Sabtu, 18 Sep 2004 17:39 WIB
detikNews PKS Arab Saudi Tetap Dukung Penuh SBY-Kalla H-2 coblosan 20 September, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arab Saudi menyatakan tetap memberikan dukungan penuh kepada pasangan SBY-Kalla. Sabtu, 18 Sep 2004 17:37 WIB
detikNews Jumlah Pemilih di Kota Yogya Turun 3.000 Jumlah pemilih pilpres putaran kedua yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Yogyakarta menurun hingga 3 ribu pemilih. Sabtu, 18 Sep 2004 16:59 WIB
detikNews Kiai NU Nyatakan Golput Haram Sebanyak 9 kiai NU di Jatim memutuskan sikap golput diharamkan dalam pilpres mendatang. Sabtu, 18 Sep 2004 16:53 WIB
detikNews Aparat Didesak Mampu Usut Kecurangan Pemilu Aparat berwenang didesak mampu mengusut kecurangan dalam pilpres II sebelum maupun saat pelaksanaan pemilu untuk menghindari keraguan rakyat. Sabtu, 18 Sep 2004 15:45 WIB