PPIH Makkah sementara memprioritaskan angkutan bagi jamaah calon haji yang baru tiba di Makkah Al Mukarrahmah. Alasannya, jamaah yang baru tiba belum tahu arah menuju Masjidil Haram.
PPIH akan mengevaluasi proses pemberangkatan jamaah calon haji, baik di Depag maupun di Depkes. Hal ini terkait kasus jamaah calon haji yang melahirkan di Madinah, Arab Saudi.
Seorang jemaah calon haji (calhaj), Iyet Supriati dari Kloter 35 Jawa Barat melahirkan di Rumah Sakit Wiladah, Madinah. Diduga Iyet menggunakan joki saat mendaftarkan diri sebagai jamaah calon haji, karena memang ada larangan bagi wanita hamil.
"Iqra, Bismirrobbikalladi Kholaq. Kholakol Insaana Min 'Alaq. Iqro Warobbukal 'Akrom. Alladi 'Alama Bilkolam..." begitulah sejumlah ayat Surat Al-Alaq yang tertulis di sejumlah batu besar di Jabal Nur (Gunung Cahaya), Makkah.
Semrawutnya persoalan transportasi bagi jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, membuat PPIH akan menambah feeder selain 315 bus yang diadakan Muasasah. Namun, ide ini masih menunggu sinyal dari Jakarta untuk disetujui
Konjen RI di Jeddah, Arab Saudi, mengakui sempat kewalahan dalam menangani persoalan transportasi bagi jamaah calon haji di Makkah. Namun dipastikan menjelang tanggal 22 November 2009, sesuai janji Muasasah, 300-an bus akan dikeluarkan.
Mempermudah pengawasan terhadap CJH yang mempunyai penyakit risiko tinggi atau usia 60 tahun ke atas, panitia memberi rompi khusus. Rompi itu berwarna biru tua dengan tulisan besar 'RT'.
Terungkap bahwa tidak semua jamaah calon haji yang berada di Ring II Makkah tidak mendapatkan pengembalian uang pemondokan. Pasalnya di beberapa wilayah uang sewanya melebihi plafon dan harga sewa yang ada.