detikNews Militer AS Kelebihan Beban Militer AS saat ini kelebihan beban. Selain kedodoran menghadapi perang asimetris, mereka juga dibelit problem internal. Rabu, 09 Nov 2005 23:01 WIB
detikNews Al Farouq di Sarang Taliban Di mana Al Farouq berada saat ini? Besar kemungkinan dia masih berada di sarang Taliban di Afghanistan. "Kami meneruskan jihad kami bersama Taliban." Jumat, 04 Nov 2005 20:20 WIB
detikNews Pasukan AS Bakar Jenazah 2 Tersangka Taliban Pasukan AS melakukan pelanggaran Konvensi Jenewa. Mereka membakar jasad dua tersangka militan Taliban yang tewas di Afghanistan selatan. Kamis, 20 Okt 2005 14:49 WIB
detikNews UE di Aceh Tak Perlu Dicurigai Peran UE di Aceh tidak semestinya melulu dicurigai. Hingga kini belum ada indikasi peran UE mengarah pada territorial risk. Sabtu, 01 Okt 2005 13:15 WIB
detikNews Pekerja Kemanusiaan Asal Italia Diculik di Afghanistan Seorang perempuan asal Italia menjadi korban penculikan di Afghanistan. Pekerja kemanusiaan itu telah tinggal di negeri itu sejak Maret 2002 lalu. Selasa, 17 Mei 2005 10:51 WIB
detikNews Newsweek Minta Maaf Keliru Beritakan Pelecehan Al Quran Mengaku khilaf, Newsweek minta maaf telah keliru memberitakan pelecehan Al Quran yang dilakukan interogator AS di penjara Guantanamo terhadap tahanan Afghanistan. Senin, 16 Mei 2005 07:41 WIB
detikNews Presiden Uzbekistan Salahkan Kelompok Islam Radikal Ratusan demonstran tewas ditembak. Pemerintah dipersalahkan. Namun Presiden Uzbekistan menyalahkan kelompok Islam atas aksi kekerasan di Andijan itu. Minggu, 15 Mei 2005 06:46 WIB
detikNews Afghan Serukan AS untuk Hindari Korban Jiwa Warga Sipil Aksi militer AS kerap menewaskan warga sipil Afghanistan. Untuk itu, pemerintah Afghan menyerukan pasukan AS berhati-hati dalam operasinya. Rabu, 04 Mei 2005 11:35 WIB
detikNews Prajurit Pakistan Mendapat Pelatihan Militer oleh AS Pasukan AS telah berada di Pakistan untuk melatih para serdadu negeri itu. Keberadaan pasukan tidak diakui secara terbuka oleh pemerintah Pakistan. Kamis, 28 Apr 2005 10:54 WIB
detikNews Akhirnya, Turki Izinkan AS Gunakan Pangkalan Udaranya Setelah lama menunda, kabinet Turki akhirnya menyetujui permintaan AS untuk memakai pangkalan udaranya guna keperluan operasi di Irak dan Afghanistan. Rabu, 27 Apr 2005 14:30 WIB