Kekerasan sektarian antara warga Buddha dan muslim Rohingya di Myanmar terus terjadi. Badan pengungsi PBB alias UNHCR meminta negara-negara tetangga Myanmar untuk siap menerima para pengungsi Rohingya.
Sekitar 130 orang tenggelam setelah kapal kayu yang mengangkut para pengungsi Rohingya terbalik dan karam di wilayah perairan perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh.
Kondisi umat muslim Rohingya di Myanmar yang terus mendapat tindakan represif dari pemerintah setempat, mengundang keprihatinan dunia internasional. Salah satu keprihatinan itu datang dari Iran.
Ulama senior Iran menyerukan para pemimpin Arab untuk tidak mengintervensi masalah dalam negeri Suriah. Menurutnya, Arab lebih baik membela minoritas muslim Rohingya yang teraniaya di Myanmar.
Apa yang sebenarnya diinginkan oleh etnis Rohingya? Mereka membutuhkan pengakuan kewarganegaraan dari pemerintah Myanmar. Mereka siap pindah ke negara lain, jika ada negara yang ingin menerima mereka.
Konflik etnis di Provinsi Rakhine, menyisahkan banyak luka. Saat berkunjung bersama relawan ACT ke sebuah kamp pengungsi etnis Rohingnya, detikcom mendapatkan sebuah surat dari seorang anak muda.
Pemerintah Myanmar menolak tawaran dari ASEAN untuk mengadakan pembicaraan guna membahas konflik Buddha dan Rohingya di Rakhine, Myanmar. Alasannya, hal itu merupakan urusan dalam negeri Myanmar.
Pemerintah lokal Provinsi Rakhine menetapkan pukul 22.00 malam waktu setempat sebagai jam malam bagi masyarakat lokal Sittwe. Aparat militer dan intel juga disebar di berbagai daerah, termasuk hotel-hotel yang ditempati oleh para relawan dari luar negeri.
Bentrokan antara warga Buddha dan Rohingya yang kembali terjadi di Myanmar bulan ini menewaskan sedikitnya 88 orang. Lebih dari 26 ribu orang lainnya pergi meninggalkan rumah mereka.