Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai periode 2015 adalah sebagai tahun yang cukup berat bagi Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya di dunia.
Pemerintah akan menambah utang Rp 605,3 triliun pada tahun depan. Porsi paling besar akan dilakukan melalui penerbitan SBN sampai dengan Rp 532,4 triliun.
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan beberapa kebijakan yang salah di masa lalu termasuk di bidang ekonomi yang membuat Indonesia gagal dalam berbagai hal.
Pemerintah menghadapi masalah baru setelah dipastikan target pajak 2015 sebesar Rp 1.294 triliun, hanya tercapai 80-82% atau sekitar Rp 1.061,9 triliun.