Pembentukan holding tersebut dinilai akan mengawal langkah transisi energi Indonesia dalam mewujudkan energi bersih melalui pengembangan energi terbarukan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan perubahan iklim diprediksi bisa mencapai US$ 247,3 miliar atau Rp 3.561 triliun (kurs Rp 14.400).