Eskalasi Arab Saudi-UEA di Yaman dipahami sebagai embrio perang dingin dua kutub di Timur Tengah. Riyadh dan Abu Dhabi terpaut jauh dalam kebijakan luar negeri.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali menggempur Yaman, yang diklaim sebagai "serangan terbatas" untuk menghentikan kelompok separatis memperluas konflik.
Perselisihan soal Sudan, Yaman-Israel menjadi riak dalam hubungan Mohammed bin Salman dan Mohammed bin Zayed. Mungkinkah itu melahirkan keretakan di Teluk?