PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menderita kerugian hampir Rp 200 juta akibat tertutupannya ruas tol Pondok Ranji hingga Bintaro pada Sabtu kemarin. Namun begitu Kadiv Operasi PT Jasa Marga Aan Sanab menyatakan bila kerugian tidak akan dihitung
Banjir yang melanda jalur Tol Bintaro mengarah ke Serpong dan Jakarta melumpuhkan lalu lintas hingga setengah hari. Namun begitu, pihak PT Jasa Marga tidak akan menghitung kerugian akibat musibah tersebut.
Tol Bintaro mengarah ke Serpong dan Jakarta sudah normal. Meski demikian, petugas masih melakukan pembersihan drainase di jalur tersebut. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar genangan tak terjadi lagi.
Pihak PT Jasa Marga mengakui jika banjir di ruas Tol Bintaro adalah yang pertama kali terjadi. Banjir diduga akibat limpahan air dari Kali Pesangrahan dan hujan deras semalam.
Akibat penutupan total Tol Pondok Ranji, kemacetan berimbas ke beberapa ruas jalan di Jakarta. Lalu lintas sejumlah titik di ibukota cenderung padat merayap.
Banjir di Tol Pondok Ranji, Bintaro bukan hanya menyebabkan kemacetan yang cukup panjang. Nueng, warga Pamulang bahkan nyaris gagal menikah karena terjebak di kemacetan.
Belum ada tanda-tanda air turun di ruas tol Pondok Ranji KM 03-400 sampai dengan KM 03-600. Meski mobil tangki sudah dua kali menyedot air, ketinggian air masih sekitar 150 cm.