"Sebenarnya kegiatan (Reuni 212) ini adalah kegiatan kampanye, kampanye Pak Prabowo yang menggunakan agama dan simbol-simbol agama sebagai alat," kata Karding.
Di pidatonya, Habib Rizieq menyampaikan berbagai hal, dari kondisi negara dalam lima tahun terakhir hingga ajakan memilih capres-cawapres hasil ijtimak ulama.
"Emang kenapa kalau kita menyatakan 2019 ganti presiden? Emang di mana salahnya, di mana letak kesalahannya? Dari sudut UU juga nggak ada," ujar Fadli.