Djoko Suyanto mengakui aparat sengaja menembak MT, tersangka kasus teror penembakan di Papua. Dia yakin tindakan tersebut sesuai prosedur dan berdasar alasan kuat, karenanya tidak termasuk pelanggaran HAM.
Peristiwa penembakan koordinator Komite Nasional Papua barat (KNPB) Marko Tabuni di Jayapura mengundang pertanyaan berbagai pihak, salah satunya dari Komnas HAM. Mereka mempertanyakan prosedur penangkapan itu.
Jajaran TNI dan Polri meningkatkan pengamanan menyusul kerusuhan yang terjadi di Waena, Jayapura, Papua. Meski begitu, di ibu kota kecamatan di Papua ini tidak dikenakan status darurat maupun jam malam.
Menko Polhukam Djoko Suyanto enggan menanggapi rilis KontraS yang menyatakan adanya tindak pelanggaran HAM dalam insiden penembakan MT di Waena, Papua.
Eksotika alam Indonesia Timur yang dikontraskan dengan bocah-bocah polos yang hidup dalam penderitaan, yang selalu menjadi sajian film-film produksi Alenia Pictures, memang tak pernah gagal menyedot simpati.
Penembakan di Papua telah beberapa kali terjadi. Polisi terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Jaringannya sudah ada di tangan polisi karena sudah dipetakan sejak lama.
Komnas HAM mengecam setiap tindak kekerasan yang terjadi di Papua. Komnas HAM mendesak Polri mengusut tuntas sejumlah tindak kekerasan yang terjadi di Bumi Cendrawasih.