Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) akan menggeruduk Kedubes Amerika Serikat (AS). Massa akan long march dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kedubes AS.
AS telah menghabiskan dana US$ 550 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun untuk operasi militer yang baru beberapa hari dilakukan di Libya. Dari dana itu, 60 persennya dipakai untuk pengadaan bom dan misil.
Pemimpin Libya Muammar Khadafi tampaknya kian tersudut. Lebih dari 40 negara dan organisasi di dunia, termasuk PBB dan NATO, menyepakati sebuah rencana besar mengasingkan sang kolonel keluar dari negaranya.
Muammar Khadafi meminta dihentikannya serangan "barbar" terhadap Libya. Khadafi menyamakan serangan NATO dengan kampanye militer Adolf Hitler saat Perang Dunia II.
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama angkat bicara mengenai serangan tentara sekutu ke Libya. Obama beralasan, agresinya dilakukan untuk menghentikan kebrutalan pasukan Muammar Khadafi terhadap warga sipil Libya.
Amerika Serikat dkk terus melancarkan operasi militer terhadap Libya. Namun dalam operasi ini tak ada koordinasi dengan para pemberontak di Libya. Misi operasi hanya untuk melindungi warga sipil.
Serangan udara koalisi terus dilancarkan atas Libya. Pemerintah Libya pun menuding NATO membunuhi rakyatnya sebagai bagian dari plot global untuk melemahkan negara itu.