Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berada di Uni Emirat Arab (UEA) setelah negaranya dikuasai Taliban. Ghani mengaku pergi untuk menghindari pertumpahan darah.
Taliban berjanji untuk tidak melakukan 'balas dendam' terhadap lawan-lawan mereka di Afghanistan. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers perdana mereka.