Daun-daun pinus kering berserakan sampai di jalanan. Sekali lagi Marion melemparkan pandang keluar jendela mobil. Daun-daun pinus kering memikat matanya.
Ketika Berivan Halo mengingat kembali hari pernikahannya, ia tidak ingat gaunnya atau bahkan makanannya. Ia hanya mengingat nasib malang yang menimpanya.