Rumah makan sekaligus toko kue yang menyajikan kue-kue kuno ini memang sangat mengundang selera. Mulai dari bangunan tua hingga berbagai hidangannya khas Belanda yang ditawarkan. Pengunjung pun serasa diajak bernostalgia mengulang cita rasa tempo doeloe!
Kuliner peranakan yang satu ini sudah cukup terkenal di Indonesia. Kuahnya gurih dengan aroma harum kunyit dan bawang yang menggelitik. Disantap panas plus isian yang lengap. Suwiran ayam, tauge, telur dan taburan daun kemangi. Hmmm..sedap!
Ternyata ketupat tidak hanya berakhir menjadi ketupat sayur saja. Buktinya rumah makan yang satu ini berhasil memadukan ketupat dengan bakso. Hmm... seperti apa rasanya hidangan unik ini? Buktikan sendiri saja yuk!
Sungguh pengalaman yang sangat mengesalkan. Menjadi pertanyaan kami sebelum menu dibayar. Kenapa tidak dicek dahulu persediaan makanannya. Lalu, apakah tidak ada training khusus untuk para pelayan Solaria untuk bisa 'menghargai' pelanggannya.
Buka puasa bersama saat Ramadan adalah momen yang paling ditunggu masyarakat Indonesia di Berlin, Jerman. Di Masjid Al Falah IWKZ e.V., mereka bisa melepas rindu suasana berpuasa seperti di Indonesia.
Kalau rindu kampung halaman, Anda bisa menebusnya lewat sajian buka puasa. Menu khas Medan tak hanya kaya rasa tapi kenikmatannya memang tak ada duanya. Mulai soto udang sampai es campur 12 rupa dan jus martabe bisa Anda cicipi!
Siapa bilang makan di food court membosankan? Di Red Pepper mau pilih makanan lokal atau internasional komplet tersedia. Ada satai, gado-gado, siomay, bebek, steak, bulgogi, hainan chicken rice dan pho bisa memuaskan selera saat makan bersama teman atau keluarga.
Kuah tengkleng yang gurih dan bumbu yang ringan berwarna kecoklatan ini memang paling sedap untuk menemani sepiring nasi putih hangat. Dagingnya kenyal empuk dan bumbu yang terasa hingga ke dalamnya. Selain tengkleng apalagi yang disediakan rumah makan ini?