Kepolisian daerah (Polda) Jawa Timur tidak akan mentolelir dan menindak tegas organisasi masyarakat (ormas) yang bertindak anarkis. Untuk mengantisipasi anarkisme, polda akan melakukan pendekatan persuasif.
Sudah lama Ahmadiyah menjadi polemik di Cikeusik. Sang pimpinan, Suparman sudah pernah dipanggil ke Kecamatan. Polres dan Dandim sudah rapat untuk mengantisipasi insiden. Mengapa Cikeusik berdarah tetap terjadi?
Agar korban tidak semakin banyak dalam kerusuhan yang marak terjadi, Komisi III DPR RI mendukung kepolisian untuk menembak langsung para perusuh. Asal, sesuai dengan protap dan perlawanannya seimbang.
Aparat Kepolisian Resor Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (03/2/2011) sekitar pukul 08.30 Wita harus membuang tembakan berkali-kali untuk menghalau warga Desa Potoya dan Karawana, Kabupaten Sigi yang hendak saling menyerang.
Seorang pria bernama John Wempi ditembak aparat petugas Direskrimum Polda Metro Jaya. John ditembak setelah peringatan polisi tidak dihiraukan ketika membakar sebuah mobil warga di Cengkareng.
Bentrokan antarwarga kembali terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Dua warga desa bertetangga, Desa Potoya dan Desa Karawana, di Kecamatan Dolo, terlibat bentrokan. Warga saling serang menggunakan senjata rakitan dum-dum.
Kalah jumlah dengan massa aksi, polisi akhirnya memilih melepas tembakan peringatan ke udara, untuk membubarkan paksa aksi 500 warga Sumbawa yang memblokir dan menduduki akses jalan area tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Lima kali suara tembakan terdengar, membuat massa aksi kocar-kacir.
Massa yang menolak pelantikan Nurmahmudi Ismail sebagai Walikota Depok, terlibat bentrok dengan polisi. Setelah polisi memberikan tembakan peringatan, terjadi perang batu yang melukai wartawan.
Aksi komplotan pencurian motor Iwan Cs membuat resah warga Jati Makmur, Bekasi. Mereka telah beraksi mencuri motor 25 kali. Iwan akhirnya ditembak saat hendak melarikan diri.