Walaupun izin pembangunan rumah makan di kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) telah keluar, Pansus VIII DPRD Kota Bandung meminta segala bentuk izin terkait dengan penataan ruang dihentikan terlebih dahulu.
Meski awalnya ITB menyambut baik rencana pembangunan lahan parkir 3 lantai di Sorga, namun dalam pembicaraan lebih lanjut dengan pengembang, ITB mentahkan lagi tawaran tersebut.
Salah satu komunitas yang bersikeras mempertahankan Babakan Siliwangi sebagai ruang terbuka hijau adalah Sanggar Olah Seni (SOS). Namun SOS pun harus mempertahankan diri dari perpecahan.
Sekitar tiga puluh perwakilan dari berbagai komunitas di Bandung, sepakat membentuk wadah Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi. Sebuah manifesto pun diusung yang intinya menolak komeresialisasi Baksil.
Babakan Siliwangi (Baksil) dulu terkenal dengan nama hutan Lebak Gede (Lembah Besar - red). Pembangunan demi pembangunan mengiringi kisah kawasan tersebut.
Ini lah desain gedung parkir bertingkat di kawasan Sarana Olahraga Ganesha (Sorga). Sayangnya, tak ada data berapa luas lahan yang akan dibangun. Hanya empat lapangan tenis dan basket yang terpakai.
Ratusan mobil mahasiswa ITB terparkir di luar kampus ITB. Mulai kawasan Masjid Salman sampai dengan Babakan Siliwangi. Beragam alasan mahasiswa yang membawa mobil, mulai dari fungsi hingga jarak.
Kebanyakan tukang parkir di sepanjang Jalan Ganesha ternyata tidak mengenakan seragam yang mencirikan tukang parkir. Mereka sengaja melakukannya untuk menghindari permintaan setoran dari polisi.