Pelemahan rupiah berdampak pada utang luar negeri Indonesia, mencapai US$ 431,5 miliar pada April 2025. Pertumbuhan ULN didorong sektor publik dan investasi.
PBB merencanakan efisiensi 20% senilai US$ 3,7 miliar, berpotensi PHK 6.900 pekerja. Langkah ini dipicu krisis keuangan akibat tunggakan AS dan pemotongan dana.