Mereka akan berkoordinasi dengan kepolisian Filipina terkait 2 WNI yang ditangkap terkait milisi pro-ISIS, kelompok militan Maute, di Marawi, Filipina.
Dalih pemerintah Indonesia memblokir Telegram karena layanan percakapan itu sering dipakai kelompok teroris meskipun alasan ini dikritik berbagai kalangan.