Rencana Indonesia gabung dengan BRICS memicu perdebatan di medsos. Pendukung melihat peluang ekonomi, sementara penolak khawatir akan pengaruh China dan Rusia.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi mengatakan BRICS dan OECD memiliki peran yang berbeda.