Studi baru mengatakan satu dari tiga anak muda rentan terhadap infeksi COVID-19 yang parah. Peneliti menemukan merokok jadi faktor penyebab keparahan infeksi.
Jumlah perokok anak di Indonesia meningkat. Mereka mengakses rokok secara bebas dan terbuka. Seharusnya rokok bisa dikendalikan agar tidak menyasar anak-anak.
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo optimistis terhadap permintaan Presiden Jokowi soal kurva Corona turun di bulan Mei 2020.
Saat ini tak hanya rokok konvensional yang telah digandrungi oleh anak-anak, melainkan juga vape. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya jumlah perokok anak.