Pemerintah Federal Australia memasukan pil aborsi RU486 dalam daftar obat-obatan yang disubsidi pemerintah melalui skema manfaat obat-obatan (PBS).Menteri Kesehatan, Tanya Plibersek mengumumkan 17 amandeman dalam daftar subsidi obat-obatan atau PBS senilai 1 Milyar Dolar yang akan berlaku selama 4 tahun dan tersedia dengan nilai eceran terendah untuk konsumen mulai Agustus mendatang.Plibersek mengatakan dengan amandemen ini seorang wanita yang biasanya membayar lebih dari $800 untuk pil aborsi RU486, mulai Agustus nanti harga obat tersebut hanya kurang dari ;$37.“Kebijakan ini tidak mengubah status hukum mengenai praktek aborsi dan tidak mengubah keinginan wanita untuk menghentikan kehamilannya melalui aborsi.Plibersek mengatakan sekitar 22 ribu wanita telah ; menggunakan pil RU486 melalui sejumlah klinik kesehatan.“Ketentuan dari obat ini adalah memberi ruang pilihan dan opsi bagi wanita. Dan menurut Saya itu hal yang bagus dalam situasi dimana wanita menghadapi salah satu keputusan paling sulit dalam hidupnya,“ katanya.Selain obat aborsi, amandemen ini juga membawa kabar baik bagi pasien kanker. Karena sejumlah obat-obatan kanker yang semula dijual dengan harga lebih dari $100,000, dengan amandemen ini bisa didapat dengan harga dibawah $40.Pengobatan untuk kanker kulit, kanker payudara dan kanker prostat juga kini masuk dalam daftar PBS, termasuk obat jenis Ipilimumab dan Abiraterone.Sementara obat untuk kanker payudara Vinorelbine juga diperluas.“Yang menggembirakan dari pengobatan baru ini adalah bisa memperpanjang hidup para ;pasien dengan melanoma, kanker prostat dan kanker payudara," kata Plibersek.“Tanpa subsidi, pengobatan terbaru itu tidak akan mungkin sampai pada warga Australia kebanyakan,” tegasnya.Pasien Melanoma, Tilly Ryan menyambut baik perubahan ini."Anggota kami tidak perlu lagi menjual rumah untuk berobat,” katanya.Sementara surivivor kanker, Christine Bleigie, mengatakan untuk membeli obat jenis Ipilimumab, pasien kanker seperti dirinya harus merogoh kocek $110,000 setahun dan kebanyakan penderita tidak mampu membeli obat-obatan itu."Pasien kanker kulit melanoma yang menjadi anggota dalam lembaga donor kami, banyak yang ; menunggu obat ini ; masuk dalam daftar PBS karena ; mereka memang tidak mampu membelinya,” ceritanya."Bagi pasien Melanoma tahap 4, kebijakan ini merupakan kabar terbaik dalam hidup mereka.”
Minggu, 30 Jun 2013 19:02 WIB