FDA Amerika Serikat menyebut varian baru Corona yang ditemukan di Inggris bisa menyebabkan hasil negatif palsu dari beberapa alat tes COVID-19 molekuler.
Para peneliti dari Peking University di Beijing, China, mengembangkan perangkat yang mereka klaim dapat mendeteksi virus COVID-19 hanya dalam waktu 10 menit.
Ilmuwan Indonesia mengembangkan tes pernapasan secara elektronik untuk mendeteksi Corona. Diharapkan lewat tes ini, penularan bisa diputus dalam 2 bulan.
Alat deteksi COVID-19 buatan UGM, GeNose, bekerja dengan mendeteksi senyawa dalam hembusan napas. Makan jengkol sebelum tes bisa mengacaukan hasil pemeriksaan!