Di mata pengamat politik, kekalahan Andi Mallarangeng (AM) sebagai Ketum Partai Demokrat bukan hal yang aneh. AM dinilai salah mengambil strategi penggalangan dukungan.
Berbagai lembaga survei sementara ini masih mengunggulkan AM dan AU. Sementara MA seakan tenggelam. Namun, beberapa analis mengatakan MA adalah kuda hitam yang bisa saja menjurkirbalikkan prediksi sebelumnya.
Indikasi politik uang sepertinya sudah diketahui Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Bau politik uang yang muncul dalam Kongres Partai Demokrat jelas akan mencederai proses demokrasi yang sedang tumbuh di Indonesia.
Kalau mampu mempertahankan suara 20,85 persen saja pada pemilu mendatang itu sudah cukup menjadi prestasi besar untuk Partai Demokrat. Perolehan suara Demokrat pada Pemilu 2009 sebagian besar ditunjang oleh faktor sosok SBY.
Meskipun Kongres Partai Demokrat baru berlangsung Mei mendatang, persaingan antara kandidat Ketua Umum sudah sangat hangat. Persaingan melibatkan tiga kandidat yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.
Anggota Komisi I DPR RI Edhie Baskoro atau biasa disapa Ibas bertemu dengan kader Partai Demokrat. Salah satu yang ikut menyambut kedatangan putra Presiden SBY ini adalah Wakil Walikota Arif Afandi.
Hasil survei menunjukkan partai pendukung pemerintah mengalami penurunan dukungan. Sepertinya Yudhoyono memilih kebijakan tidak populis demi tetap menjaga 'Api dalam Sekam'. Melalui strategi ini keuntungan Yudhoyono maupun Demokrat akan berlanjut.
Hasil survei yang dilakukan Puskaptis menunjukan Ical paling populer dibanding calon lainnya. Ical mendapat dukungan 54,86 persen, disusul Surya Paloh 27,43 persen, Tommy 9,71 persen dan Yuddy 8,00 persen.
Jutaan warga Afganistan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Presiden. Mereka nekat keluar rumah dan memilih Presiden di tengah pertempuran dan kekacauan di mana-mana.