Aksi pemerkosaan berujung pembunuhan sadis terjadi beruntun. Hukuman bagi pemerkosa kencang disuarakan mulai direhabilitasi hingga dikebiri, berikut kisahnya:
Tak ada yang menyangka, tersangka RAL (15) berani melakukan pembunuhan sadis terhadap Eno. Padahal, siswa kelas 2 SMP itu dikenal sebagai anak yang berprestasi.
Para pelajar Australia berusia 15 tahun tertingal di bidang matematika, sains, dan membaca dibandingkan negara-negara lain yang memilki perekonomian serupa.
Pihak sekolah berjanji akan bertemu dengan ortu siswa yang tidak lolos SNMPTN hari Kamis besok. Akan dijelaskan kemungkinan penyebab siswa tidak lolos PTN.
Di kelas IPS, ada 24 dri 44 siswa yang lolos, kemudian di kelas IPA akselerasi ada 14 siswa yang lolos, dan ada 1 siswa yang melanjutkan kuliah di Jepang.