Selain mengamankan puluhan orang preman, diamankan pula puluhan bungkus miras dari lokasi kecelakaan maut di Patung Panahan, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat.
"Nanti saya undang komunitas mobil-mobil mewah ini. Nanti kita berikan arahan dan imbauan agar mereka tertib berlalu lintas, tidak arogan. Nanti saya akan koordinasikan dengan komunitas-komunitas ini," kata Kasubden Pamwal Korlantas Polri AKBP Suroso.
“Banyak yang punya Ferrari gak tahu cara bawanya, balap pun enggak ngerti, karena itu sering kecelakaan. Kalau aku oke, silakan tantang. Aku kan pernah jadi pembalap. Di Medan semua teman-teman sekolahku tahu, aku juga waktu masih SMP-SMA pembalap liar."
Salah satu daerah rawan terjadinya tindakan negatif yang melibatkan pelajar berada di Kawasan, Kembangan, Jakarta Barat. Polisi pun rajin melakukan razia.
Meski dipandang sebagai tempat kumpulnya anak-anak muda yang suka mabuk di malam minggu, Panahan Senayan juga menjadi tempat kumpulnya berbagai macam komunitas otomotif, terutama motor.
Ketua preman menyewakan lahan yang ada di sekitar jalan Asia Afrika kepada orang yang mau menjalankan usaha parkir. Tarif sewanya Rp 10 juta selama enam bulan.
Fenomena balapan liar semakin mewabah di perkotaan. Mulai dari balap mobil untuk kalangan mampu, hingga adu cepat motor bagi mereka di kalangan menengah bawah. Balap liar ini cukup meresahkan.
Desas-desus yang diperoleh dari masyarakat luas soal jalan Asia Afrika yang menjadi pusat balapan liar, dibantah pihak kepolisian. Polisi menegaskan jalan Asia Afrika bukanlah tempat balapan liar melainkan hanya menjadi tempat nongkrong-nongkrong.