Menurut Deputi Gubernur BI, Hartadi Sarwono, nilai tukar rupiah tahun ini masih mendapat tekanan yang berasal dari krisis ekonomi global. Fluktuasi rupiah terhadap dolar AS masih terjadi karena adanya penurunan permintaan.
Di tengah tekanan krisis perekonomian global, perekonomian Indonesia mampu mencatat pertumbuhan 6,2%. Namun angka ini masih lebih rendah dibandingkan asumsi dalam APBNP 2008 sebesar 6,4%.
Rupiah menutup akhir pekan ini dengan pelemahan yang signifikan. Rupiah mengikuti pelemahan pasar saham yang terjun terseret turunnya bursa saham regional.