Pada tahun 1970-an, saya masih ingat betapa sulitnya mencari sajian halal di Bali. Sekarang peta kuliner Bali pun berubah hampir total. Hampir semua gagrak kuliner Nusantara terwakili di Bali. Apa saja?
Rindu masakan Jawa Tengah dengan tone manisnya yang khas? Dapur Solo adalah jawabnya. Bukan hanya makanan berat, bahkan di sini kita dapat menemukan srabi khas Solo. Satu porsi isi lima srabi - boleh pilih berbagai rasa: polos, coklat tabur, keju, nangka, pisang, dan lain-lain.
Sebanyak 138 penumpang Kapal Dharma Rucitra yang kandas di Tanjung Goa, perairan Selat Bali, berhasil dievakuasi. Namun para penumpang kecewa. Mereka hanya diberi makan sekali.
Satu lagi restoran yang mengedepankan citarasa Peranakan - fusion Tionghoa-Melayu. Restoran ini dikelola oleh Penang Bistro yang sudah lebih dulu punya nama di Jakarta. Dilihat dari tempat maupun penataan dekorasinya, jelas sekali Seribu Rasa diposisikan sebagai restoran fine dining. Tempatnya chic, sekalipun masih dalam batas casual.
Setidaknya, ada dua daerah yang meng-claim sambal tumpang sebagai kuliner tradisional mereka. Kedua daerah itu adalah Solo dan Kediri. Sambal tumpangnya sama, hanya cara menyajikannya yang berbeda. Penasaran?
Toko kue dan katering yang sudah berdiri hampir 50 tahun ini memang legendaris. Ada kue lapis kohjo dan engka ketan yang legit harum. Gudeg komplet, empal gepuk, urap dan bistik Jawa yang sedappun sangat menggiurkan. Semuanya bikin lidah bergoyang dan ketagihan!
Hampir semua hidangan khas Jawa bisa ditemui di tempat ini. Ada Timlo Solo, Kupat Tahu Magelang, Nasi Terik, atau Nasi Gudeg, semuanya enake poll! Buat pelepas dahaga ada Es Cendol segar yang dibuat dari bahan alami. Slurpp...mau?