Setelah episode himbauan, peringatan hingga ancaman selama kurang lebih dua minggu, koalisi internasional yang dipelopori oleh AS dan Eropa akhirnya benar-benar menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi aksi brutal Moammar Gaddafi yang membantai rakyatnya sendiri.
Sikap Indonesia soal krisis dan serangan militer sekutu ke Libya dianggap tidak menegaskan posisi Indonesia. Selain itu, pertimbangan yang dipergunakan Marty dinilai hanya mencari posisi aman Indonesia antara kubu sekutu dan Liga Arab.