Pemerintah Sri Lanka meminta warga yang berada di luar negeri untuk mengirimkan uang ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan akan bahan pangan dan bahan bakar.
Kondisi Sri Lanka sangat mengkhawatirkan. Di tengah krisis ekonomi yang melanda, negara ini dihadapkan masalah gagal bayar utang luar negeri Rp 729 triliun.
Bahan baku penting dari Ukraina dan Rusia kian langka akibat perang. Pakar industri mobil minta UE cari pasar baru dan meningkatkan produksi nikel dalam negeri.
Meskipun mekanismenya sama, generasi saat ini menghadapi beberapa tantangan yang tidak dikhawatirkan oleh generasi sebelumnya dalam menyiapkan dana pensiun..
Meredam dampak kenaikan harga energi bagi penduduk kurang mampu, Jerman memutuskan program bantuan sosial dengan subsidi transportasi umum dan bantuan langsung.