Pencopet di Jakarta punya banyak modus mengembat harta sasaran. Bandit jalanan ini bekerja berkelompok untuk mengelabui korban. Namun kali ini komplotan pencopet ini kena batunya dan malah dikerjai target.
Seorang penjambret tewas setelah motor yang dikemudikannya menabrak trotoar di depan Wisma 63, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat. Sedangkan rekannya yang membonceng di motor itu patah kaki kanannya.
Saksi kunci dugaan pembunuhan berencana Franciesca Yofie mendadak mencabut keterangan. Polisi berkeras kasusnya penjambretan murni. Penyidik dari Jakarta pun mentok.
Saksi kunci dugaan pembunuhan berencana Franciesca Yofie mendadak mencabut keterangan. Polisi berkeras kasusnya penjambretan murni. Penyidik dari Jakarta pun mentok.
Saksi kunci dugaan pembunuhan berencana Franciesca Yofie mendadak mencabut keterangan. Polisi berkeras kasusnya penjambretan murni. Penyidik dari Jakarta pun mentok.
"Iya waktu itu saya memberi keterangan seperti itu karena tertekan. Pikiran saya waktu itu enggak karuan, merasa tertekan, jadi iya-iya saja apa kata Polisi," ungkap Yadi, salah seorang saksi kasus Sisca Yofie.
"Iya saya menyesal tidak membantu Sisca. Kalau saat itu berdua, saya berani menolong. Kalau sendiri enggak berani," ujar Yadi, orang yang pertama kali mengetahui Sisca dijambret.
Yadi (17), mengaku ketakutan saat dimintai keterangan sebagai saksi oleh polisi terkait kasus yang menyebabkan tewasnya Branch Manager PT Verena Multi Finance, Sisca Yofie (34). Yadi berada di kantor polisi selama dua hari.
Banyak saksi berbicara terkait kasus pembunuhan terhadap perempuan cantik Sisca Yofie (34). Namun hanya satu yang pertama kali menyaksikan adegan di sekitar rumah kos Sisca di Jalan Setra Indah Utara Kota Bandung. Dia adalah Yadi. Berikut kesaksiannya.