Belum surut heboh goyang ala Caisar, demam goyang baru kini mulai merajalela. Masih dengan iringan dangdut koplo, goyang yang diberinama 'oplosan' itu memiliki gerak seperti orang sakit kepala.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) geram dengan pernyataan Wiranto yang menyindir keinginan Rhoma Irama menjadi calon presiden. PKB kembali menantang Wiranto adu debat dengan si raja dangdut.
Ketum PKB Muhaimin Iskandar membalas sindiran Ketum Hanura Wiranto yang menyindir Rhoma Irama. Bagi Muhaimin, popularitas dan wawasan Rhoma Irama lebih baik dari Wiranto.
Capres Partai Hanura Wiranto menyindir Rhoma Irama yang berlatar belakang sebagai pedangdut namun mencapres. Sang raja dangdut yang kini jadi capres PKB pun murka.
Statement Ketum Hanura Wiranto soal pedangdut yang jadi capres dianggap PKB sindiran keras untuk Rhoma Irama. PKB kebakaran jenggot, Hanura pun lekas mengklarifikasi.
Di acara debat capres di LIPI menyinggung pencapresan raja dangdut Rhoma Irama. PKB pun membela Rhoma, menyebut 'peluru panas' dari capres Hanura itu tak relevan.
Capres Partai Hanura Wiranto menyindir kandidat capres PKB Rhoma Irama yang dianggap tak kompeten menjadi capres. Ketua DPP PKB Marwan Jafar menilai kompetensi itu relatif. Justru dari popularitas Rhoma lebih tinggi dari Wiranto.