AS menyerahkan komando tentara Sekutu dalam operasi Libya kepada NATO. NATO pun menunjuk seorang Jenderal Bintang Tiga dari Kanada, Letnan Jenderal Charles Bouchard untuk memimpin operasi melindungi warga sipil dari pasukan Kolonel Khadafi ini.
Operasi militer Sekutu terhadap Libya sungguh mahal. Bahkan, pemerintah AS kewalahan dengan biaya operasi yang begitu besar. Maklum, satu rudal Tomahawk saja Rp 8,7 miliar. Padahal lebih 162 rudal telah ditembakkan.
Ada perbedaan pendapat antar negara-negara NATO soal pola operasi di Libya. Amerika Serikat dan sekutunya harus berjuang keras untuk menentukan struktur baru dalam operasi militer di Libya.
Kekejaman Muammar Khadafi pada rakyatnya memang tidak terpuji. Namun serangan pasukan sekutu yang dimotori AS kepada rezim Khadafi juga banjir kecaman, termasuk dari politisi Indonesia.
Amerika Serikat (AS) segera mengalihkan kendali atas operasi militer di Libya dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil di tengah munculnya spekulasi bahwa kepemimpinan AS dalam penyerangan terhadap Libya akan berlanjut.