Para demonstran anti-kudeta kembali turun ke jalan, sehari setelah PBB mengatakan 38 orang meninggal akibat tindakan aparat keamaman, hari paling berdarah.
Ia mengungkapkan kehadiran dokumen tersebut sangat dibutuhkan selain untuk memberikan kepastian hukum, juga untuk menghentikan polemik dan ketidakpastian hukum.