Sebagai dampak peningkatan aktivitas badai Matahari, kemunculan Aurora Borealis dan Australis lebih meluas sehingga bisa dilihat di lebih banyak negara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan sejarah panjang peristiwa gempa bumi yang merusak hingga memakan korban jiwa di Sumatera.