IHSG akhirnya ditutup stagnan di 3.909 setelah seharian bergerak fluktuatif. Investor belum bersemangat karena menunggu hasil penjualan obligasi Italia dan Spanyol.
Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate di level 6%. Ini dilakukan untuk menjaga laju inflasi ke depan sesuai target.
BI diprediksikan akan menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% di Januari 2012 ini. Di 2012 sendiri BI Rate bakal menyentuh batas bawahnya hingga 5,50%.
Pengembang properti mendorong BI untuk menurunkan bunga acuan (BI Rate) agar penyaluran kredit ke sektor rill termasuk industri properti terus bertambah.
Perbankan Indonesia tidak efisien sehingga ongkos operasional mahal dan ujung-ujungnya bunga kredit tinggi. Di ASEAN bunga kredit perbankan Indonesia sangat tinggi.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk kembali menurunkan tingkat bunga simpanan sebanyak 25 basis poin mengikuti penurunan BI Rate hingga 6%.
Bank Mandiri sudah menurunkan suku bunga kreditnya sebanyak 50 bps menyusul dipangkasnya BI Rate. Kini, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) berada di kisaran 11,68%.
Meski secara indikator teknikal, IHSG masih berada di sekitar area overbought namun, dengan bertahannya sentimen positif diharapkan bisa membuat IHSG masuk dalam tren bullishnya.