1 Januari tepat 7 tahun lalu, saat euforia pergantian tahun baru belum berlalu, Indonesia dikejutkan kabar pesawat AdamAir KI574 jatuh. Pesawat AirAsia pun jatuh jelang pergantian tahun.
Saat itu di akhir pekan menjelang perayaan akhir tahun, salah satu kapal perang milik Indonesia, KRI Kapitan Pattimura sedang melaksanakan tugas di Tarempa. Setelah menenggelamkan kapal, mereka mencari AirAsia.
Para pejabat di Surabaya tak merayakan tahun baru dengan hura-hura setelah tragedi AirAsia yang membawa korban sebagian warga Surabaya. Namun tidak dengan warganya. Mereka tetap merayakan dengan menyalakan kembang api.
Dentuman kembang api terdengar menggelegar. Langit di atas kawasan Monas pun berwarna-warni. Inilah kemeriahan pesta Tahun Baru 2015 di Panggung Utama Jakarta Night Festival.
Kembang api yang dinyalakan oleh masyarakat terus meledak di langit JNF, kendati Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyalakan lilin, untuk mendoakan QZ8501 dan bencana yang melanda Indonesia 2014 ini.
Bali akhirnya memasuki tahun 2015. Pukul 23.59 Wita tiba-tiba lampu dipadamkan. Berselang 10 detik jelang 00.00 Wita tiba-tiba lampu kembali menyala, kembang api bersahutan, dan hujan pun turun tak terduga.
Pesawat AirAsia QZ8501 sudah dipastikan jatuh ke lautan. Memasuki hari keempat, proses evakuasi jenazah korban terus dilakukan. Sejauh ini ada enam yang sudah dievakuasi. Bagaimana perkembangannya?
Dentuman yang didengar oleh Rahmat (44), nelayan yang melaut di sekitar Pulau Senggaro rupanya bertautan dengan saksi lain. Adalah Hartono (36) yang juga nelayan dan melihat detik-detik AirAsia QZ8501 menghilang.