Ignasius Jonan bercerita hampir mengusir pengusaha yang menawarkan listrik energi terbarukan dengan harga 20 sen/kWh, padahal di Uni Emirat Arab bisa 2 sen/kWh
Pertamina menurunkan posisi utang dari US$ 17,4 miliar menjadi US$ 11,6 miliar dengan cara menukar utang lama dengan pinjaman baru dengan bunga lebih rendah.
Sebagai salah satu negara produsen migas terbesar di dunia, ternyata Uni Emirat Arab memiliki harga listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat murah.
Harganya yang relatif mahal dibandingkan dengan energi fosil jadi kendala pengembangan energi baru terbarukan (EBT), terkait hal itu, pengusaha punya saran.