Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meluncurkan NUMO (Nahdlatul Ulama Mobile Observatory) untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai dunia astronomi kepada para santri. NUMO ini nantinya akan bergerak dari satu pasantren ke pasantren lain sebagai media pendidikan.
Tepat hari pertama di tahun 2009, Kamis (1/1/2009), mahasiswa Astronomi ITB dan Komunitas Langit Selatan meneropong matahari di pelataran Cihampelas Walk.
Sebanyak 24 negara ambil bagian dalam IOAA. Setiap tim terdiri maksimal 5 siswa dan didampingi pembina atau team leader. Tuan rumah Indonesia mengirimkan dua tim.
Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1428 H jatuh pada Kamis, 13 September 2007. Meski awal puasa sama, kemungkinan penetapan Idul Fitri akan berbeda.
Pendapat bahwa pengamatan hilal dengan teropong bisa menyalahi fiqih Islam dinilai tidak tepat. Pendapat itu muncul karena ketidaktahuan soal prinsip kerja teropong.
Gembar-gembor mengenai kecanggihan teropong digital untuk melihat hilal tak semuanya benar. Teropong ini tak lebih istimewa dari teropong gerhana bulan.
Bulan Ramadan hanya tinggal menghitung hari. Untuk menjembatani perbedaan penentuan awal puasa bagi umat Islam, lima teropong disebar untuk memantau munculnya hilal.
Tidak hanya metode hisab saja yang bisa dipakai untuk menyatukan kalender Islam internasional. Teknologi yang canggih ternyata juga mampu menjembatani penganut rukyat dan hisab.