Perahu tradisional Suku Mandar, perahu Sandeq, sudah tergeser perannya oleh perahu motor dalam upaya nelayan mencari ikan. Padahal perahu ini dibuat oleh orang-orang yang dianggap sakti, bahkan bisa melembekkan kepala orang. Mereka dipanggil dengan nama Panrita Lopi.
Dengan sigap jari jemari Dirut PLN Dahlan Iskan mengetik dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan melalui detikForum. Jawaban-jawaban yang diberikannya pun sangat ngocol. Seru!
SMKN 3 Buduran Sidoarjo akhirnya merampungkan pembuatan sebuah kapal patroli. Kapal patroli kecil yang diberi nama Caraka Esemka itu diuji coba langsung Wakil Gubernur Jatim, Syaifulah Yusuf.
Penghasilan nelayan sungguh memprihatinkan. Rata-rata Rp 4 juta per tahun. Atau sekitar Rp 333 ribu per bulan. Berarti hanya Rp 13 ribu per hari rumah tangga atau Rp 3,300 per anggota keluarga. Jika mengacu standar Bank Dunia betapa miskinnya nelayan kita.
Kekayaan maritim Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia. Panitia Gyeonggi Marine Festival mengundang Indonesia ikut serta dalam Korean International Boat Show 2008.
Di masa depan bangsa kita juga akan mulai memasuki era pembuatan pesawat, kapal laut, maglev, hydro car, ion car, pesawat ruang angkasa, dan komputer baik yang elektronik maupun dan komputer.
Korban tewas di Cilacap mencapai 103 orang. Bantuan pun berdatangan, termasuk dari Ibu Negara. Namun birokrasi membuat bantuan itu cuma tertumpuk di gudang. Duh!