Aksi mendukung Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah bak air deras mengalir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk cepat bertindak sebelum rakyat marah dan turun ke jalan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar rekaman rekayasa kriminalisasi KPK dibuka. Selain itu, SBY juga meminta agar pihak-pihak yang terkait dalam rekaman diselidiki.
Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama sejumlah tokoh malam ini terkait kasus penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah menghasilkan 3 rekomendasi. Salah satunya adalah soal pembentukan tim pencari fakta.
Beberapa tokoh diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas soal kasus KPK-Polri. Dalam pertemuan 1,5 jam itu, SBY menerima tiga rekomendasi.
Dukungan rakyat terhadap Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto berpotensi menjadi kekuatan rakyat yang dapat mengancam kedudukan presiden. Untuk mencegah supaya hal itu tidak terjadi, SBY memiliki beberapa opsi kebijakan yang dapat diambil.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus didesak membentuk tim independen untuk menyelesaikan polemik amtara KPK dan Mabes Polri. Tim independen tersebut harus dibentuk lewat Keputusan Presiden (Keppres).
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada kader partai di DPR untuk menggulirkan hak angket kasus aliran dana Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Alasannya bailout telah melukai rasa keadilan masyarakat.
Rumah mantan Ketua DPRD Jawa Timur Fathorrasjid digeledah Kejaksaan Tinggi Jatim. Penggeledahan rumah Fathor ini untuk melengkapi berkas kasus dugaan korupsi Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).
Ketua tim pencari fakta KPU Jabar Teten Setiawan mengakui kasus anggota dewan Jabar terpilih Acep Adang Ruhiat yang diduga PNS rumit. Pihaknya masih melakukan klarifikasi atas kasus tersebut.